ANALISI DONGENG “BATU BELAH BATU BETANGKUP” 1. Tema: Seorang ibu yang merasa sangat sedih dan menyerakan dirinya pada batu bertangkup karena anak-anaknya tidak menghormatinya. 2. Tokoh: - Mak Minah - Diang - Utuh - Ucin - Batu Betangkup 3. Teknik Plot. PENGENALAN Teknik plot ialah cara pengarang menyampaikan ceritanya. Jika diikuti perkembangan penulisan karya, didapati pada zaman dahulu, pengarang hanya menggunakan teknik pemerian iaitu pengarang yang bercerita tanpa melibatkan watak-watak, sebagai contoh cerita Batu Belah Batu Bertangkup, Si Tanggang, Abu Nawas dan sebagainya. Putih Bawang Merah, Pak Pandir, Batu Belah Batu Bertangkup, Si Luncai, Pak Kadok, Lebai Malang, Musang Berjanggut dan banyak lagi. Cerita- cerita ini tidak mempunyai pemilik dan penyampaiannya ditokok tambah oleh setiap tukang cerita untuk lebih menarik. Maka, cerita rakyat tidak mempunyai empunya yang abadi (Mohd Firdaus Che Yaakob & Normaliza cerita batu nganga Pada zaman dahulu di Sumbawa Barat hiduplah sebuah keluarga, pak Dolah dan istrinya Sena bersama dua orang anaknya Isa dan Sahida. Mereka tinggal di sebuah gubuk di tepi hutan Pekerjaan pak Dolah sehari hari adalah mencari kayu di hutan dan kemudian di bantu istrinya menjual kayu-kayu itu kepada warga di desa. Vay Tiền Nhanh Ggads.

skrip cerita batu belah batu bertangkup